Hukum Nikah Kecelakaan : MBA (Married By Accident) dan Hukum Mengadopsi “Anak Haram” Hasil Zina

Hukum Nikah Kecelakaan : MBA (Married By Accident) dan Hukum Mengadopsi “Anak Haram” Hasil Zina

السلام عليكم ورحة الله…..

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه و من واله….

Ama ba’du…. langsung saja ust, ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan kepada ana tapi ana masih ragu jawabannya berikut pertanyaannya :

1. Apa hukum menikahi wanita sedangkan dia dalam keadaan hamil karna perzinaan yang dilakukan oleh keduanya sahkah pernikahan nya?

2. Hukum pernikahan dengan memakai wali hakim sedangkan wali nasabnya masih ada tetapi mereka tidak merestuinya, hanya kakak laki-laki wanita tersebut yang hadir akan tetapi kakaknya menyerahkan kepada wali hakim untuk perwalian adiknya, apakah pernikahan mereka sah ?

3. apakah talak tiga yang diucapkan dalam satu ucapan jatuh 3 atau 1? manakah pendapat yang rajih diantara pendapat para ulama?

demikian pertanyaan yang ana ajukan mohon jawabannya segera, atas jawaban antum ana ucapkan
جزاكم الله خير الجزاء

akmal andre_akmalxxxx@yahoo.com

Jawaban Al-Ustadz Dzulqornain Abu Muhammad

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

1. 1. Nikah dengan perempuan yang hamil karena zina tidaklah syah kecuali dengan dua syarat:

Satu : Dia telah bertaubat dari perbuatan zinanya.

Dua : Dia telah lepas iddah dengan melahirkan kandungannya.

Dua syarat di atas tentunya diterangkan oleh sejumlah dalil. Namun, ana belum punya banyak waktu untuk menjelaskannya pada kesempatan ini.

Pensyaratan di atas yang difatwakan oleh para ulama dan guru-guru kami di masa ini, seperti Al-Lajnah Ad-Da`imah, Syaikh Ibnu Baaz, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Sholeh Al-Fauzan, Syaikh Muqbil dan selainnya.

kapan pernikahan dengan perempuan hamil karena zina tanpa dua syarat di atas maka nikahnya tidak syah.

2. Perwalian seorang perempuan asalnya adalah hak ayah kemudian siapa yang diwasiatkan oleh sang ayah untuk mewakilinya, kemudian kakek perempuan dari pihak ayahnya, kemudian anaknya ke bawah (cucu,cicit dan seterusnya), kemudian saudara laki-laki perempuan yang seayah dan seibu dengannya, kemudian saudara laki-laki perempuan yang seayah dengannya, kemudian pamannya dari pihak ayah dan ibunya, kemudian pamannya dari pihak ayahnya, kemudian ashobah terdekatnya, kemudian yang membebaskannya (kalau dulu dia adalah seorang budak).

Apa bila tidak ada maka pemerintah adalah wali bagi siapa yang tidak punya wali.

3. Ada silang pendapat dalam hal tersebut. Dan yang benarnya bahwa hal tersebut hal terhitung jatuh satu talak.

Wallahu A’lam

***

Mengangkat Anak dari perbuatan Zina

Assalamu’alaikum,

Ustadz Dzulqarnain yang semoga dimuliakan oleh Allaah Ta’ala,Ana mau bertanya mengenai mengangkat anak yang dikemudian hari (setelah beberapa bulan) ternyata di ketahui bayi tsb dari perbuatan zina ( Dalam hal ini kekuranghati- hatian si Ibu angkat). Apakah harus mengembalikan bayi tersebut ke ibunya ? (karena saat ini si ibu tinggalnya tidak begitu jauh)…atau tetap terus memeliharanya. .?

Note : Sebenarnya mau ditanyakan waktu Daurah Tabligh Akbar di Batam,karena tidak ada forum tanya jawab sehingga tidak sempat di tanyakan.

Jazakallah Khairan,

Abu ZikRa

Jawaban Al-Ustadz Dzulqornain Abu Muhammad

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama, Siapa yang mengambil anak angkat untuk dia pelihara dan dia didik adalah tergolong perbuatan yang terpuji. Semoga Allah memberi pahala kepada siapa yang melakukannya.

Kedua, Anak yang lahir dari zina, dosa bukanlah menjadi tanggungannya, melainkan tanggungan Ibunya yang berzina bersama orang yang menzinahinya. Karena Allah Ta’ala berfirman,

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

“Tidak seseorang itu menanggung dosa orang lain.” (An-Najm: 38)

Ketiga, Adapun hadits yang berbunyi,

ولد الزنا شر الثلاثة

“Anak zina adalah yang paling jelek dari tiga orang.” (Dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Daud dan selainnya. Dihasankan oleh Imam Al-Albany dalam Ash-Shohihah no. 672)

Makna dari hadits,

1. Dia yang paling jelek apabila dia mengikuti perbuatan kedua orang tuanya.

2. Anak zina karena terlahir dari air yang jelek maka ada kemungkinan dia tumbuh dengan berjiwa jelek pula. Walaupun kita semua tahu bahwa hidayah itu di tangan Allah.

Keempat, Juga saya ingatkan bahwa anak angkat bukanlah mahrom bagi orang tua angkatnya.

Wallahu A’lam

SUMBER : milinglist nashihah@yahoogroups.com versi offline dikumpulkan kembali oleh dr.Abu Hana untuk http://kaahil.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: