Hukum Jual Beli binatang,..

Hukum Jual Beli Binatang Percobaan Untuk Laboratorium Seperti Tikus, Binatang Berbisa Serta Bisanya (misal. Bisa Ular) dan Hukum Mematikan Hewan Coba

Assalamulaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

A’fwan mau tanya bagaimana hukum berjualan tikus untuk keperluan laboratorium?
Lalu hukum berjual beli makhluk berbisa seperti ular dan sebagainya untuk kepentingan medis dan obat-obatan. (seperti untuk membuat anti-bisa) dan bagaimana hukum meperjualbelikan bisanya (sebagai bahan anti-bisa misalnya).
Yang ketiga bolehkah menjual binatang semacam ini kepada orang kafir jika mereka meminta kita untuk memcarikannya untuk mereka lalu mereka berniat membelinya untuk mereka konsumsi?
Jazakallah Khairan
abu_yusya”

Jawaban Al-Ustadz Dzulqornain Abu Muhammad

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Untuk masalah hukum jual beli tikus, binatang berbisa dan bisanya. Perlu diuraikan beberpa hal:

Pertama, perlu diketahui bahwa salah satu syarat transaksi jual beli bahwa transaksinya pada hal manfaat yang dibolehkan, walaupun tanpa keperluan. Hal ini ditunjukkan oleh beberapa dalil.

Kedua, Rasulullah shallallâhu `alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah bila mengharamkan sesuatu maka Dia (juga) mengharamkan harganya.” (Dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Daud dan selainnya dari Ibnu ‘Abbas radhiyallâhu `anhuma. Dishohihkan oleh Al-Albany)

Dan dimaklumi bahwa tikus dan binatang berbisa adalah hewan yang diharamkan untuk dimakan sebagaimana yang dijelaskan oleh sejumlah dalil.

Ketiga, keledai adalah hewan yang diharamkan untuk dimakan sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadits. Kendati demikian, kaum muslimin dari dahulu hingga sekarang sepakat tentang bolehnya jual beli keledai karena padanya ada manfaat; yaitu untuk ditunggangi dan keperluan
lainnya. Tentunya ini tidak bertentangan dengan hadits di atas. Karena jual beli keledai ini karena manfaatnya, bukan untuk dimakan. Andaikan ada yang menjual keledainya untuk dimakan maka disini letak pemberlakuan hadits tersebut sehingga kita tegaskan bahwa haram untuk mengambil harganya atau haram menjualnya.

Dari tiga keterangan ini, mungkin pertanyaan penanya –semoga Allah memberi taufiq kepada beliau- saya jawab sebagai berikut:

1. Diperbolehkan menjual tikus dan binatang berbisa untuk laboratarium. Karena ada manfaatnya, bukan untuk dimakan.
2. Adapun untuk kepentingan medis dan obat-obatan, tidak boleh berobat dari hal yang diharamkan karena telah sah dari Rasulullah shallallâhu`alaihi wa sallam beliau melarang berobat dari hal yang diharamkan.
3. Demikian pula bisa, hukumnya tergantung pada sisi manfaatnya sesuai dengan rincian di atas.
4. Rincian menjual di atas adalah berlaku umum untuk muslim maupun kafir.

Semoga jawaban ini bermanfaat. Wallâhu Al-Muwaffiq.

* * *

Hukum mematikan hewan coba

Assalamu ‘alaikum..
Ustadz,ana mahasiswa farmasi di makassar.ana sering menggunakan hewan coba untuk melakukan percobaan yang berhubungan dengan obat2an. Dan sebagian dari hewan coba yang ana pakai itu mati karena berbagai faktor, misalnya karena overdosis,obatnya salah masuk(bukan masuk ke saluran pencernaan tapi ke saluran pernapasannya) ,dsb. Terus terang ana jadi khawatir dan gelisah dengan masalah ini, krn ana pikir,mereka juga berhak untuk hidup spt. mahluk hidup lain yang Allah ‘azza wa jalla ciptakan..mohon di jawab ustadz.
Semoga Allah menjaga Anda.

Awal
di Makassar

From: Yummy Gummy cheez_xxxx@yahoo.co.id

Jawaban Al-Ustadz Dzulqornain Abu Muhammad

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Insya Allah hal tersebut tidak mengapa kalau dipastikan kemaslahatanya. Tentunya itu lebih baik dari menyebabkan kematian manusia karena salah obat.

Wallahu A’lam

* * *

SUMBER : milinglist nashihah@yahoogroups.com versi offline dikumpulkan kembali oleh dr.Abu Hana untuk http://kaahil.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: