KEWAJIBAN BERIMAN BAHWA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA-AALIHI WASALLAM TELAH MENYAMPAIKAN RISALAH DAN MENYEMPURAKANNYA

KEWAJIBAN BERIMAN BAHWA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA-AALIHI WASALLAM TELAH MENYAMPAIKAN RISALAH DAN MENYEMPURAKANNYA

Monday, 30 November 2009 00:28

Syaikh Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullah

Telah lalu kami menyebutkan hadits Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiallahu anhuma dalam riwayat Bukhari tentang sifat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa aalihi wasallam yang tersebut dalam kitab taurat, dan padanya disebutkan:

وَلَنْ يَقْبِضَهُ اللَّهُ حَتَّى يُقِيمَ بِهِ الْمِلَّةَ الْعَوْجَاءَ بِأَنْ يَقُولُوا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فَيَفْتَحَ بِهَا أَعْيُنًا عُمْيًا وَآذَانًا صُمًّا وَقُلُوبًا غُلْفًا

“Allah Azza wajalla tidak akan mewafatakannya sampai Beliau menegakkan ajaran yang bengkok (kekufuran) dengan mengucapkan “Laa ilaaha illallaah”.sehingga membuka mata-mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang tertutup (dari hidayah).”

Dan ucapan ini dibenarkan oleh firman Allah Azza wajalla:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

(QS.Al-Maidah:3)

Ayat ini merupakan dalil yang jelas dan nampak akan kesempurnaan agama ini,dan Nabi Shallallahu Alaihi Wa aalihi wasallam tidak mati hingga beliau menyempurnakan penyampaiannya,dan menjelaskanny adengan penjelasan yang sempurna dan terbaik gamblang,dan ini merupakan persaksian dari Allah kepada Nabi-Nya Shallallahu Alaihi Wa aalihi wasallam.

Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya dari hadits Jabir radhiallahu anhu yang panjang tentang “tata cara berhaji Nabi Shallallahu Alaihi Wa aalihi wasallam” bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa aalihi wasallam bersabda pada hajjatul wada’:

تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ كِتَابَ اللَّهِ. وَأَنْتُمْ تُسْأَلُونَ عَنِّى فَمَا أَنْتُمْ قَائِلُونَ ». قَالُوا نَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ وَأَدَّيْتَ وَنَصَحْتَ. فَقَالَ بِإِصْبَعِهِ السَّبَّابَةِ يَرْفَعُهَا إِلَى السَّمَاءِ وَيَنْكُتُهَا إِلَى النَّاسِ « اللَّهُمَّ اشْهَدِ اللَّهُمَّ اشْهَدْ ». ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“aku tinggalkan untuk kalian sesuatu yang kalian tidak akan sesat setelahnya selam kalian berpegang teguh dengannya,yaitu kitabullah, dan kalian akan ditanya tentang aku, maka apa yang akan kalian katakana? Mereka menjawabK kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan, menunaikan dan menasehati. Lalu Beliau mengisyaratkan dengan telunjuknya sambil Beliau angkat kearah langit dan berkali-kali mengisyaratkannya kepada manusia: “Ya Allah saksikanlah,ya Allah saksikanlah.” Sebanyak tiga kali.

Ini merupakan persaksian dari generasi terbaik, para sahabat Beliau radhiallahu anhum bahea Beliau telah menyampaikan, menunaikan dan menasehati, dan mereka adalah manusia terbaik setelah nabiyyullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam .

Allah Ta’ala juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ

“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia”

(QS.Al-Maidah:67)

Aisyah Ash-Shiddiqah binu Shiddiq –semoga Allah meridhainya dan meridhai ayahnya- ketika menjelaskan ayat ini:

“barangsiapa yang memberitakan kepadamu bahwa Muahmmad Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam menyembunyikansesuatu yang Allah turunkan kepadanya,maka sungguh dia telah berdusta, dan Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ

“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”

Maka diantara hak Beliau terhadap umatnya adalah: meyakini keutamaan dan amanah Beliau, dan kejujuran apa yang beliau sampaikan dari Allah Ta’ala dan syari’at-Nya, dan bahwa beliau telah tegak dengan penyampaiannya dengan cara yang paling sempurna, paling jelas dan paling gambling.

(dari kitab haqqun Nabiy Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam:21-23)
sumber:www.salafybpp.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: