Beriman Kepada Nabiyullah Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam

Beriman Kepada Nabiyullah Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam

Thursday, 19 November 2009 04:35

Syaikh Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullah

Adapun makna beriman kepadanya,berkata sebagian ulama dalam menjelaskan makna beriman kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah: membenarkannya, mentaatinya, da mengikuti syari’atnya.

Oleh karenanya,para ulama berkata: konsekwensi dari membenarkannya ada dua hal:

Pertama: menetapkan kenabiannya, dan kejujurannya -Shallallahu alaihi wasallam – terhadap apa yang beliau sampaikan dari Rabb-nya –jalla jalaaluhu-,dan itu khusus beliau yang memilikinya.

Kedua: membenarkan apa yang beliau -Shallallahu alaihi wasallam- bawa, dan itu datangnya dari sisi Allah Azza wajalla,dan wajib mengikutinya.

Wajib membenarkan Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- dalam setiap apa yang Beliau sampaikan dari Allah Azza wajalla, tentang perkara gaib,surge dan neraka, janji dan ancaman, tentang siksaan kubur dan kenikmatannya, dan yang lainnya dari yang beliau kabarkan dari Allah Azza wajalla dalam semua urusan.Allah Azza wajalla berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“Tidaklah beliau mengucapkan dari hawa nafsu, melainkan itu merupakan wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS.An-Najm:3-4)

PEMBATAL KEIMANAN KEPADA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

Pembatal keimana kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam terbagi menjadi dua bagian:

Pertama: mencela pribadi Beliau Shallallahu alaihi wasallam

Kedua: mencela apa yang beliau sampaikan dari agama Allah Azza wajalla ,baik dengan cara mengingkari atau merendahkan.

Adapun bagian pertama: mencela pribadi Rasul Shallallahu alaihi wasallam,termasuk didalamnya orang yang menisbatkan kepada beliau sesuatu yang menafikan keadaan beliau sebagai rasul pilihan Allah Azza wajalla dalam menyampaikan agama dan syari’atnya kepada makhluknya.Termasuk pula didalamnya orang yang mencela kehormatannya,kejujurannya, kesalehannya, atau mencela nabi Shallallahu alaihi wasallam, atau menyandarkan kepadanya sesuatu yang merendahkan diri dan nasabnya, atau salah satu perangainya, atau menyindirnya Shallallahu alaihi wasallam, itu semua –smoga Allah melindungi kita- adalah kufur kepada Allah Azza wajalla.

Adapun bagian kedua, yaitu mencerca apa yang beliau Shallallahu alaihi wasallam beritakan,mka ini termasuk pembatal keimanan terhadapnya, sebagaimana kami sebutkan: apakah dengan mengingkarinya, atau merendahkannya. Dan ini adalah perkara yang jelas.

(Bersambung insya Allah)……

(Dari kitab Haqqun Nabi Shallallahu alaihi wasallam, hal:16-17)

Diterjemahkan OLeh : Al-Utsadz Abu Karimah Askari Hafidzahulloh
sumber:www.salafybpp.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: