Apakah “Diam” Termasuk Sifat Allah Azza Wajalla ?

Apakah “Diam” Termasuk Sifat Allah Azza Wajalla ?
Saturday, 21 November 2009 03:16

Jawaban dari Fadhilatus syaikh Saleh Alu Asy-Syaikh hafizhahullah Ta’ala

Beliau ditanya: apakah Allah Azza wajala disifati atau dikabarkan tentangnya bahwa Dia “diam” (الساكت) ?

Beliau menjawab:

Jawabannya bahwa “diam” memiliki dua makna:

Makna pertama: diam yang merupakan lawan dari berbicara, diam dan berbicara

Makna kedua: diam dalam menampakkan hukum, menampakkan secara kalam, menampakkan sesuatu

Adapun yang pertama,aku tidak mengetahui ahlus sunnah menyifatkan Allah Jalla wa Alaa dengan diam, yang merupakan lawan dari berbicara.yaitu diam dan berbicara, dengan makna meninggalkan berbicara sama sekali, aku tidak mengetahui satupun dari ahlus sunnah berpendapat demikian.

Adapun makna yang kedua, diam yang bermakna tidak menampakkan berita,atau meninggalkan untuk menampakkan hukum, atau menampakkan firman-Nya, maka hal ini telah disebutkan dalam hadits dari Nabi Shallallahu Alaihi wasallam bersabda:

“dan Dia (Allah Azza Wajalla) diam dari beberapa hal sebagai rahmat bagi kalian,bukan karena lupa, maka kalian tidak perlu mencarinya,”1

“diam dari beberapa hal”, diam disini maknanya tidak menampakkan hukum, sebab Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda sebelumnya:

“sesungguhnya Allah telah menetapkan kewjiban-kewajiban maka jangan kalian menelantarkannya, dan telah menyebutkan batasan-batasannya maka jangan kalian melampauinya, dan diam dari beberapa hal..” maka diam disini adalah tidak menampakkan hukum beberapa hal tersebut, bukan diam yang merupakan lawan dari berbicara.

Jenis (sifat) ini benar adanya, Allah Azza wajalla diam dari hukum ini,yaitu tidak menampakkan hukumnya, tidak disebut dalam al-kitab, tidak pula dalam as-sunnah, Allah Jalla Wa’ala meninggalkannya. Sehingga urusannya dikembalikan kepada kaedah-kaedah, adakalanya hukum asal sesuatu adalah mubah (boleh), atau kaedah yang lainnya yang telah diketahui.

Inilah yang dimaksud dengan ucapan sebagian salaf : Dia berbicara jika Dia berkehendak, dan diam jika Dia berkehendak, demi memelihara (makna) hadits ini. Inilah ucapan yang benar dalam masalah ini.Wallahu A’lam.

Sumber:

Al-Ajwibah Al-Ushuliyyah Alal Aqidah Al-Wasithiyyah)http://sahab.net/forums/showthread.php?t=373391) lihat:
http://www.salafybpp.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: